Masjid Al-Aqsa di Yerusalem: Sejarah, Makna, dan Kedudukannya dalam Islam
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem: Sejarah, Makna, dan Kedudukannya dalam Islam
Masjid Al-Aqsa bukan hanya bangunan suci, tetapi simbol aqidah, sejarah, dan kehormatan umat Islam. Ia bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan bagian dari iman seorang Muslim. Ketika nama Al-Aqsa disebut, ia menyentuh dimensi terdalam keislaman: tauhid, perjuangan para nabi, dan ikatan langit dengan bumi.
Berlokasi di Yerusalem—kota yang diperebutkan sepanjang sejarah—Masjid Al-Aqsa berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang risalah para nabi, dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad ﷺ. Dalam Islam, kedudukannya begitu tinggi, bahkan terkait langsung dengan peristiwa paling agung dalam sejarah kenabian.
Apa Itu Masjid Al-Aqsa? Meluruskan Pemahaman yang Sering Keliru
Banyak orang keliru memahami bahwa Masjid Al-Aqsa hanyalah bangunan berkubah perak di sisi selatan kompleks. Padahal dalam Islam, Masjid Al-Aqsa mencakup seluruh kawasan suci seluas sekitar 144.000 meter persegi, yang dikenal sebagai Al-Haram Asy-Syarif.
Di dalamnya terdapat:
-
Masjid Al-Qibli (tempat shalat utama)
-
Kubah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock)
-
Ratusan masjid kecil, mihrab, mimbar
-
Pelataran, gerbang, dan menara
Seluruh kawasan ini adalah Masjid Al-Aqsa, dan setiap jengkal tanahnya memiliki kesucian dalam Islam.
Al-Aqsa dalam Al-Qur’an: Masjid yang Diberkahi
Masjid Al-Aqsa secara tegas disebut dalam Al-Qur’an, dalam Surah Al-Isra ayat 1:
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa yang Kami berkahi sekelilingnya…”
Ayat ini menegaskan tiga hal penting:
-
Masjid Al-Aqsa adalah masjid suci
-
Ia diberkahi oleh Allah
-
Ia terhubung langsung dengan peristiwa Isra’ Mi’raj
Tidak ada masjid lain di dunia yang memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan Rasulullah ﷺ selain Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa.
Kunjungi sosial media instagram kami di: https://www.instagram.com/

Masjid Al-Aqsa dan Peristiwa Isra’ Mi’raj
Masjid Al-Aqsa adalah titik singgah Rasulullah sebelum naik ke Sidratul Muntaha. Di tempat inilah Rasulullah:
-
Mengimami shalat para nabi
-
Menjadi penegasan bahwa risalah Islam menyempurnakan risalah sebelumnya
-
Menghubungkan bumi dengan langit
Peristiwa ini menjadikan Al-Aqsa sebagai jembatan spiritual antara dunia dan akhirat, antara para nabi dan umat Muhammad.
Kiblat Pertama Umat Islam
Sebelum diperintahkan menghadap Ka’bah di Makkah, umat Islam shalat menghadap Masjid Al-Aqsa. Ini menegaskan bahwa:
-
Al-Aqsa adalah bagian awal dari sejarah ibadah umat Islam
-
Hubungan umat Islam dengan Al-Aqsa bersifat aqidah, bukan politik
Kedudukannya tertanam sejak masa Rasulullah dan para sahabat.
Sejarah Al-Aqsa dalam Islam: Dari Nabi hingga Kekhalifahan
Masa Para Nabi
Yerusalem adalah kota para nabi:
-
Nabi Ibrahim
-
Nabi Daud
-
Nabi Sulaiman
-
Nabi Zakariya
-
Nabi Yahya
-
Nabi Isa عليه السلام
Masjid Al-Aqsa menjadi pusat ibadah tauhid jauh sebelum Islam hadir secara formal.
Masa Umar bin Khattab
Pada tahun 637 M, Yerusalem dibebaskan secara damai oleh Khalifah Umar bin Khattab. Beliau:
-
Menjamin keamanan umat non-Muslim
-
Membersihkan kawasan Al-Aqsa
-
Menegaskan kesucian masjid tanpa perusakan
Inilah contoh kepemimpinan Islam yang adil dan beradab.
Masa Umayyah dan Setelahnya
Dinasti Umayyah membangun dan memperindah kawasan Al-Aqsa, menjadikannya pusat ibadah dan ilmu. Hingga hari ini, jejak arsitektur Islam dari berbagai masa masih terjaga.
Keutamaan Masjid Al-Aqsa dalam Hadis Nabi
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa hanya ada tiga masjid yang dianjurkan untuk melakukan perjalanan ibadah secara khusus:
-
Masjidil Haram
-
Masjid Nabawi
-
Masjid Al-Aqsa
Shalat di Masjid Al-Aqsa memiliki keutamaan pahala berlipat, dan doa di sana memiliki nilai spiritual yang besar.
Kunjungi sosial media instagram kami di: https://www.instagram.com/

Al-Aqsa: Amanah Umat Islam Sepanjang Zaman
Masjid Al-Aqsa bukan milik satu bangsa, satu ras, atau satu generasi. Ia adalah:
-
amanah aqidah umat Islam,
-
simbol persatuan umat,
-
bukti bahwa Islam memiliki jejak sejarah yang nyata di Palestina.
Menjaga Al-Aqsa tidak selalu berarti berada di sana secara fisik, tetapi juga:
-
memahami sejarahnya,
-
meluruskan informasi yang keliru,
-
menanamkan kecintaan kepada generasi berikutnya.
Al-Aqsa Hari Ini: Masjid yang Masih Hidup
Meski menghadapi berbagai tantangan, Masjid Al-Aqsa tetap hidup:
-
adzan terus berkumandang,
-
shalat berjamaah tidak pernah terputus,
-
ilmu dan ibadah tetap berlangsung.
Al-Aqsa mengajarkan bahwa iman tidak bisa dihapus oleh penjajahan, dan kesucian tidak bisa dipadamkan oleh waktu.
Penutup: Masjid Al-Aqsa, Bagian dari Iman Seorang Muslim
Masjid Al-Aqsa bukan isu jauh yang terpisah dari kehidupan seorang Muslim. Ia adalah:
-
bagian dari sejarah shalat kita,
-
bagian dari perjalanan Nabi kita,
-
bagian dari identitas Islam itu sendiri.
Mengenal Al-Aqsa berarti menjaga iman. Melupakan Al-Aqsa berarti kehilangan salah satu simpul sejarah Islam.
Kenapa Harus Pilih Helwa Group?
- Terdaftar resmi di Kemenag RI (PPIU)
- Ratusan jamaah puas & repeat tiap tahun
- Harga transparan, tanpa biaya tersembunyi
- Group eksklusif, suasana kekeluargaan
- Manasik lengkap & support sebelum keberangkatan
Fasilitas untuk Jamaah
- Makan 3x Sehari
- Visa Umrah
- Perlengkapan Umrah
- Tiket pesawat PP dengan tanggal Keberangkatan yang Pasti
- Tour Leader dan Muthawif
- Hotel Penginapan yang Pasti Hotel Makkah Bintang 5 dekat dengan Masjidil Haram
- Transportasi Ekslusif Selama Perjalanan
- Dokumentasi untuk jamaah selama ibadah oleh Tim Profesional
|
Baca juga: Paket Umroh Plus Jalan-jalan ke Mesir 2026 dengan Hotel Bintang 5 Paket Umroh Plus Jalan-jalan ke Mesir 2026 dengan Hotel Bintang 5. Nikmati pengalaman spiritual dan wisata sejarah dalam satu perjalanan bersama Helwa Group. Booking Sekarang, Promo Terbatas! |

Hubungi Whatsapp kami di 085772000076
Helwa Group
Jam Operasional:
Senin – Jumat: 09.00 – 17.00
Jl RTM Perum Griya Tugu Asri blok C7/20 Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Indonesia
