Mengapa Masjid Al-Azhar Disebut Pusat Ilmu Islam Dunia? Jawabannya Bikin Merinding!
Masjid Al-Azhar
Masjid Al-Azhar adalah salah satu simbol terbesar dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar bangunan tempat ibadah, tetapi pusat ilmu yang telah melahirkan ribuan ulama dunia selama lebih dari seribu tahun. Dari sinilah lahir tradisi keilmuan yang memadukan akidah, fiqih, bahasa Arab, sejarah, hingga kajian sosial dan peradaban. Tidak berlebihan jika banyak orang menyebut Al-Azhar sebagai “jantung ilmu Islam dunia”.
Masjid yang berdiri sejak tahun 970 M ini dibangun pada masa Dinasti Fatimiyah dan awalnya menjadi pusat pengajaran mazhab Syiah Ismailiyah. Namun seiring perjalanan waktu—terutama setelah era Ayyubiyah—Al-Azhar berubah menjadi pusat Sunni terbesar, dengan pengaruh yang menyebar ke Afrika, Hijaz, Syam, Asia Selatan, hingga Nusantara.
Awal Mula Berdirinya Al-Azhar
Nama “Al-Azhar” diambil dari gelar Sayyidah Fatimah az-Zahra, putri Rasulullah ﷺ. Pada masa Fatimiyah, masjid ini dibangun untuk menjadi pusat dakwah dan pendidikan resmi kerajaan. Namun perubahan besar terjadi ketika Salahuddin Al-Ayyubi memimpin Mesir dan mengembalikan kurikulum pengajaran kepada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Dari sinilah perjalanan panjang Al-Azhar sebagai mercusuar ilmu dimulai.
Al-Azhar sebagai Pusat Pendidikan Dunia
Selama ratusan tahun, Al-Azhar berkembang menjadi universitas Islam tertua di dunia. Para penuntut ilmu datang dari berbagai negeri, membawa semangat belajar dan pulang dengan ilmu yang mereka sebarkan di tanah air. Tidak sedikit ulama besar Nusantara yang menempuh pendidikan di Al-Azhar, seperti:
-
Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi
-
Syekh Mahfudz at-Tarmasi
-
Syekh Nawawi al-Bantani
-
Buya Hamka
-
dan banyak lainnya
Kehadiran mereka menjadi bukti luasnya pengaruh Al-Azhar hingga ke Asia Tenggara.
Kunjungi sosial media instagram kami di: https://www.instagram.com/

Metode Pengajaran yang Unik
Salah satu ciri khas Al-Azhar adalah metode halaqah. pengajaran melingkar yang dilakukan langsung oleh seorang syekh. Metode ini membuat hubungan antara guru dan murid menjadi sangat dekat. Bahkan sebelum zaman modern, sanad keilmuan dijaga dengan sangat ketat sehingga ilmu yang diajarkan benar-benar sampai dari generasi ke generasi.
Para santri belajar di serambi masjid, halaman, hingga ruangan khusus. Setiap sudut Al-Azhar seakan menyimpan cerita perjalanan ribuan penuntut ilmu.
Peran Al-Azhar dalam Dunia Modern
Ketika dunia Islam masuk ke era kolonialisme, Al-Azhar menjadi salah satu benteng terakhir yang mempertahankan tradisi ilmu, budaya, dan identitas Islam. Banyak ulama Azhar yang memimpin perlawanan intelektual dan moral terhadap penjajahan, baik Inggris, Prancis, maupun kekuatan kolonial lainnya.
Hari ini, Al-Azhar telah menjadi lembaga pendidikan global dengan jutaan alumni. Kurikulumnya memadukan tradisi klasik dengan ilmu-ilmu kontemporer, seperti media, teknologi, hingga ekonomi modern.
|
Baca juga: Paket Umroh Plus Jalan-jalan ke Mesir 2026 dengan Hotel Bintang 5 Paket Umroh Plus Jalan-jalan ke Mesir 2026 dengan Hotel Bintang 5. Nikmati pengalaman spiritual dan wisata sejarah dalam satu perjalanan bersama Helwa Group. Booking Sekarang, Promo Terbatas! |

Arsitektur yang Menyimpan Sejarah
Masjid Al-Azhar memiliki arsitektur yang unik karena dibangun dan direnovasi dalam banyak periode berbeda: Fatimiyah, Mamluk, Ayyubiyah, hingga Ottoman. Setiap zaman meninggalkan jejak gaya arsitektur:
-
tiang marmer tipis bergaya Fatimiyah,
-
kubah indah bergaya Mamluk,
-
ornamen ukiran Ottoman,
-
dan halaman luas yang tetap dipertahankan sejak awal.
Hasilnya adalah kombinasi yang eksotis dan penuh karakter, mencerminkan perjalanan panjang ilmu dan peradaban Islam.
Al-Azhar di Hati Muslim Dunia
Bagi jutaan Muslim, Al-Azhar bukan hanya institusi pendidikan, tetapi rumah intelektual Islam. Fatwa-fatwa Al-Azhar menjadi rujukan internasional dalam isu ibadah, sosial, keluarga, hingga problem dunia modern.
Masjid ini juga menjadi tempat yang sangat dihormati karena:
-
keilmuannya yang moderat,
-
prinsipnya yang menjaga persatuan umat,
-
komitmennya untuk menebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Tidak berlebihan bila umat Islam memandang Al-Azhar sebagai mercusuar keilmuan yang selalu menyala.
Jadi seperti itu ya teman-teman gambaran mengenai Masjid Al-Azhar, semoga bisa terbayangkan. Masjid Al-Azhar bukan sekadar bangunan bersejarah di jantung Kota Kairo, tetapi pusat ilmu yang telah membentuk peradaban Islam selama lebih dari seribu tahun. Dengan tradisi keilmuan yang kuat, metode pengajaran klasik, dan pengaruh global yang luas, Al-Azhar tetap menjadi rujukan utama dalam dunia pendidikan Islam. Kunjungan ke tempat ini bukan hanya wisata religi, tetapi perjalanan intelektual untuk menyaksikan bagaimana warisan ilmu bertahan di tengah perubahan zaman.
Semoga Allah mengundang kita semua khususnya yang belum pernah menginjakan kaki ke sana agar disegerakan untuk diizinkan untuk bisa pergi ke Masjid Al-Azhar dengan hati yang bersih. Aamiin ya kak. Sekian dulu kita ketemu lagi di next artikel ya!
Kunjungi sosial media instagram kami di: https://www.instagram.com/


Kenapa Harus Pilih Helwa Group?
- Terdaftar resmi di Kemenag RI (PPIU)
- Ratusan jamaah puas & repeat tiap tahun
- Harga transparan, tanpa biaya tersembunyi
- Group eksklusif, suasana kekeluargaan
- Manasik lengkap & support sebelum keberangkatan
Fasilitas untuk Jamaah
- Makan 3x Sehari
- Visa Umrah
- Perlengkapan Umrah
- Tiket pesawat PP dengan tanggal Keberangkatan yang Pasti
- Tour Leader dan Muthawif
- Hotel Penginapan yang Pasti Hotel Makkah Bintang 5 dekat dengan Masjidil Haram
- Transportasi Ekslusif Selama Perjalanan
- Dokumentasi untuk jamaah selama ibadah oleh Tim Profesional
Hubungi Whatsapp kami di 085772000076
Helwa Group
Jam Operasional:
Senin – Jumat: 09.00 – 17.00
Jl RTM Perum Griya Tugu Asri blok C7/20 Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Indonesia
